Powered By Blogger

Kamis, 30 Oktober 2014

perbedaan zaman glasial dan interglasial.


1.       Zaman Glasial adalah waktu suhu menurun dalam jangka masa yang lama dalam iklim bumi, menyebabkan peningkatan dalam keluasan es di kawasan kutub dan gletser gunung. Sisa lautan yang ada tidak tertutupi es namun memiliki suhu tertinggi rata-rata sekitar 4o C. Secara geologis, zaman es sering digunakan untuk merujuk kepada waktu lapisan es di belahan bumi utara dan selatan; dengan denifisi ini kita masih dalam zaman es.


Zaman Glasial adalah zaman meluasnya lapisan es di kutub utara sehingga Eropa dan Amerika bagian utara tertutup es, sedangkan daerah yang jauh dari kutub terjadi hujan lebat bertahun

 

2.        Zaman Interglasial adalah zaman diantara dua Zaman Es. Temperatur naik sehingga lapisan es di kutub utara mencair. Akibatnya permukaan air laut naik dan terjadi banjir besar di berbagai tempat. Hal ini menyebabkan banyak daratan terpisah2 oleh lautan dan selat.

lirik lagu | tolong kabarin

Tolong Kabarin By.leeyonk sinatrha 


Sejujurne uling ibi
Aku sing ngidang sirep
Aku sing mekita ngajeng
Sing mekita ngudyang ngudyang
Sejujurne uling ibi
Aku berpikir apa yang akan terjadi
Dina ne buin mani

Terlintas di otak aku
Ditinggalkan kamu
Walaupun rasa dihati
Sing ada mengerti
Sing ada kata kompromi
Tuk di mengerti
Walaupun sakit dihati
Sing ada ne nawang

Reff:
Sekenang uling jani
Kenken benehne
Pantesne lanjut atau
Suba berakhir
Tolong mengerti beib
Sumpah dimengerti beib
Yen nu sayang tolong kabarin
Tolong mengerti beib
Sumpah dimengerti beib
Yen sing nu sayang
Orahang terus terang

contoh kata pengantar


Kata Pengantar

 

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Ida Sang Hyang Widhi Wasa, karena atas rahmatnya kami dapat menyusun laporan ini. Laporan ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas BIOLOGI. Selain itu juga untuk menambah pengetahuan bagi para pembaca. Dalam laporan ini, para pembaca diharap dapat mengetahui tentang Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia.

Kami tahu bahwa dalam membuat makalah ini tidaklah mudah, tanpa bantuan dari internet, karena kami tidak dapat menyusun laporan ini dengan baik.

Kami menyadari bahwa laporan ini masih banyak mengalami kekurangan baik isi, penggunaaan kata, dan ejaan yang kurang sempurna, maka kami mengharapkan kritik dan saran bersifat membangun demi kesempurnaan laporan ini.

Harapan kami semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

procedure text


How to Shaping and Caring Ornamental Plants

 

I stand here today to give you some tips on How to Shaping and Caring Ornamental Plants. Specially for those of you lovers of plants. The goal is that existing plants in your house look nice and well maintained. Because if the plant looks neat, we will feel comfortable and fresh. It can keep the health of our bodies.

Tools and Materials

Ø  Scissors rod

Ø   Scissors usual

Ø  Gloves

Ø   Stone gravel / stone colored

Ø   Sprayers

Ø  Plants

Steps :

·         Wear gloves for safety.

·         Prune rod or branches are not in want, use scissors fit the characteristics of rod or twig, if hard use scissors rod, and if soft using regular scissors.

·         When forming is finished clean the rest of prunings and weeds that were around of plants

·         For beautify the look, content of gravel stones or colored stones around the pot of plants.

Forming stage is complete, the next stage is toward care.

§  Flush the plants twice a day in the morning and evening, and do routine pruning, so that the shape is maintained.

§   For morning watering, flush the plants on the bottom and the top, and give enough water. For the evening watering, spray the plants until thoroughly wet.


That's some of my tips may be useful,  and it is very easy, you can try at home.

Selasa, 28 Oktober 2014

mngenal Goegrafi | analisis keruangan


A.   Analisis Keruangan.

 

Analisis Keruangan dapat ditafsirkan menitik berat pada aspek keruangan. Analisis Keruangan ini mendasarkan pada perbedaan lokasi dari sifat-sifat pentingnya seperti perbedaan struktur, pola, dan proses. Srtuktur keruangan terkai dengan titik, garis, dan area.

Kerangka kerja analisis pendekatan ini bertitik tolak pada permasalahan susunan elemen-elemen pembentuk ruang. Dalam analisis itu dilakukan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut: 5W+1H

a.       What (apa) untuk mengetahui jenis fenomena yang terjadi

b.      When (kapan) untuk mengetahui kapan fenomena yang terjadi

c.       Where (dimana) untuk mengetahui dimana fenomena yang terjadi

d.      Why (kenapa) untuk mengetahui penyebab fenomena yang terjadi

e.       Who (siapa) untuk mengetahui pelaku penyebab fenomena yang terjadi

f.       How (bagaimana) untuk mengetahui proses terjadinya fenomena yang terjadi

Ini adalah contoh analisis keruangan:

Tanah Longsor di Buleleng Bali, Dua Orang Tewas

Dua orang tewas tertimpa tanah longsor yang di Desa Gitgit, Kabupaten Buleleng, Bali, Selasa malam, 19 Februari 2013. Mayat kedua korban, Gede Merta, 35 tahun, dan Gede Muliawan, 27 tahun, ditemukan Rabu pagi tadi, 20 Februari 2013.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali, Dewa Made Indra, mengatakan musibah terjadi saat kedua korban bersama warga setempat sedang membersihkan timbunan tanah yang menutupi jalur jalan Denpasar-Singaraja, tepatnya di kilometer 16 pada Selasa malam.

Namun, tiba-tiba longsoran tanah dari atas perbukitan kembali menerjang. Kedua warga buleleng ini tertimpa longsoran tahan dari ketinggian sedikitnya 10 meter. Malam itu juga pencarian dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan SAR, TNI, dan Polri. Meski demikian, upaya pencarian malam itu tidak membuahkan hasil. Pencarian pun dihentikan akibat buruknya kondisi cuaca.

Upaya pencarian dilanjutkan Rabu pagi. Mayat korban kedua korban ditemukan terkubur di dalam jurang di tepi jalan raya Denpasar-Singaraja. Tanah longsor sempat melumpuhkan jalur transportasi utama yang menghubungkan Denpasar dan Singaraja, ibu kota Kabupaten Buleleng.


Pihak BPBD mengeluarkan imbauan agar warga yang melintas di lokasi berhati-hati karena kondisi jalan yang masih licin. Selan itu, kata Indra, harus diwaspadai pula terjadinya kembali longsor di daerah perbukitan itu.

 

Dari contoh diatas dapat dianalisis sebagai berikut :

a.       Fenomena apa yang terjadi?

Ø  Fenomena yang terjadi adalah Tanah Longsor.

b.      Kapan fenomena itu terjadi?

Ø  Selasa, 19 februari 2013.

c.       Dimana fenomena itu terjadi?

Ø  Di desa Gitgit, Buleleng.

d.      Mengapa fenomena itu terjadi?

Ø  Karena longsor tersebut merupakan longsor susulan.

e.       Siapa yang terlibat dalam terjadinya fenomena tersebut?

Ø  Yang menjadi sebab fenomena itu terjadi adalah cuaca, kemiringan tebing, dan daerah yang berada di pinggir jalan sehingga terlalu sering menerima getaran dan akhirnya longsor.

f.       Bagaimana proses fenomena itu terjadi?

Ø  Karena cuaca yang sangat exstream mengakibatkan tanah yang berada di pinggir jalan menjadi tidak kuat, dan akhirnya longsor.

 

B.   Analisis Komplek Wilayah atau Kewilayahan atau Regional.

Kajian analiss kewilayahan berisi tentang analisis keruangan dan kelingkungan.

Region berupa suatu wilayah yang didalamnya memiliki kesamaan karakteristik.

Contoh analisi kewilayahan tersebut yaitu yang diatas yang berjudul “Tanah Longsor di Buleleng Bali, Dua Orang Tewas”

Dengang menggunakan analisis Kewilayahan  dapat disimpulkan ciri-ciri region seperti berikut:

·         daerah rawan longsor tersebut memiliki cuaca ekstream.

·         Pemukiman penduduk tersebut adalah sepanjang jalan.

·         Sarana transportasi tersebut bergantung besar pada jalan tersebut.

·         Kemiringan tanah yang curam.

 

Menganalisis contoh diatas dengan analisis Kualitatif.

Analisis kualitatif adalah cara analisis yang tidak menggunakan angka-angka. Analisis kualitatif merupakan cara klasik dalam mengidentifikasi sebuah fenomena.

Di contoh diatas dapat disimpulkan analisis kualitatifnya yaitu:

Ø  Fenomena itu disebabkan oleh cuaca yang exstream, kemiringan curam dan berada di pinggir jalan yang mengakibatkan tanah terlalu banyak menerima getaran.

Ø  Daerah tersebut sudah pernah longsor itu dibuktikan oleh kalimat “warga yang membersihkan timbunan tanah di sepanjang jalan.”

 

Menganalisis contoh diatas dengan analisis Kuantitatif.

            Analisis kuantitatif adalah analisis yang menggunakan angka-angka. Analisis kuantitatif merupakan analisis banyak menggunakan data statistic.

Di contoh diatas dapat disimpulkan analisis kuantitatifnya:

v  Warga yang menjadi korban sebanyak 2 orang.

v  Ketinggian tebing ± 10 meter.

v  Tempat terjadinya berada pada kilometer 19.

v  Longsor sudah terjadi lebih darin 2 kali.

cheat atau password downhill ps2 | main Game


Password Downhill Domination PS2

Master Cheats
atas, segitiga,bawah,x,kiri,lingkaran,kanan,kotak

Adrenaline tinggi
bawah, kiri, kiri, kanan

Senjata tidak bisa habis
bawah, kotak, kotak,kiri, lingkaran

Melayang lebih lama
bawah,segitiga kotak,kotak,atas

Dapat mukul kalau dekat musuh
kiri,kotak,lingkaran,kotak,kiri

Pukulan tambah kuat
atas,bawah,kiri,kiri,kanan

Energy kembali normal
bawah,kanan,kanan,kiri,kiri

Uang terus
kanan,atas,atas,lingkaran,lingkaran,kotak

1 pukulan mati
kanan,atas,atas,kanan,kanan,kotak

botol tidak bisa habis
atas,x,kiri,kiri,lingkaran,lingkaran

Energy tidak terbatas
bawah,segitiga,kiri,kiri,kotak

Membuka semua
atas,bawah,bawah,atas,atas,bawah,bawah

Membuka semua
bawah,atas,atas,bawah,bawah,atas,atas

Mendapat botol
atas,bawah,kiri,kiri,kanan,kanan

Mendapat uang $2,000
kanan,segitiga,segitiga,kiri

Super cepat
bawah,segitiga,kanan,kanan,kotak

Trick bertambah terus
bawah,kiri,kiri,kanan,kanan

Dapat memantul
kiri,kotak,x,atas,segitiga

Loncatan tinggi
atas,x,kiri,kotak,atas

Virus | Belajar Biologi


PENDAHULUAN

 

A.Sejarah Virus

Virus berasal dari bahasa VIRION yang berarti “Racun”. Diartikan demikian karena hamper semua jenis virus menyebabkan penyakit baik bagi manusia, hewan, dan tumbuhan.

            Virus pertama kali dikemukakan oleh ilmuan asal Jerman yaitu  Adolf  Mayer, pada tahun 1882, ini dibuktikan atas penelitiannya terhadap penyakit yang menyerang daun TEMBAKAU yang ditandai dengan adanya bintik-bintik kekuningan pada daun tersebut. Mayer menemukan bahwa penyakit tersebut dapat menular ketika tanaman yang ia teliti menjadi sakit setelah ia menyemprotnya dengan getah tanaman yang sakit.

 

B.Ciri-Ciri Virus

            Virus merupakan organism peralihan antara benda mati dan mekhlik hidup. Virus dikatak benda mati karena dapat dikristalkan. Virus dikatakan makhluk hidup karena virus memiliki cirri-ciri sebagai makhluk hidup, misalnya dapat berkembang biak dan memiliki salah satu asam nukleat(DNA atau RNA) dengan selubung protein

 

Adapun Ciri-Ciri Virus sebai berikut:

Ø  Berukuran sangat kecil

Ø  Hanya dapat dilihat dengan mikroskop electron

Ø  Bersifat parasit Obligat, artinya hidup di sel-sel makhluk hidup lain

Ø  Tubuhnya hanya tersusun oleh selubung protein dan asam nukleat

Ø  Tidak dapat diendapkan dengan sentrifugasi biasa, tetapi dapat dikristalkan

Ø  Tidak dapat melakukan metabolism sendiri

Ø  Bentuk tubuh bervariasi ada yang berbentuk kotak, silindris, batang bulat, seperti huruf T, dan seperti kubus.